← Kembali ke Berita

KETIKA CINTA KEPADA ALLAH DIUJI

04 Aug 2026 · Super Admin
Cover

KETIKA CINTA KEPADA ALLAH DIUJI

Pernahkah kita bertanya.. Sudah sejauh apa kita rela berkorban untuk Allah?
Pertanyaan ini sederhana, namun dalam maknanya. Qurban bukan sekedar menyembellih hewan, bukan hanya rutinitas tahunan yang datang setiap Idul Adha. Lebih dari itu, Qurban adalah tentang menyembelih ego, menundukkan keinginan, dan mengalahkan kecintaan kita terhadap dunia. 

Seringkali, yang terasa berat bukan membeli hewan qurban. Yang berat adalah melepaskan rasa “sayang” pada harta yang sudah kita kumpulkan dengan susah payah. Ketika harta terasa berat untuk dilepas, di situlah sebenarnya ujian keimanan dimulai. 

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 37,

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٣٧ 

Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadanya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin. 
bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging dan darah hewan qurban, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya. Maka boleh jadi, yang Allah lihat bukan hewan yang kita sembelih, tetapi seberapa dalam keikhlasan yang kita miliki.

Qurban mengajarkan kita satu hal penting: mencintai Allah harus lebih besar daripada mencintai apa pun di dunia ini.

Kita diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, yang diuji dengan sesuatu yang paling ia cinta, yaitu anaknya sendiri. Dan dengan penuh ketaatan, ia siap menjalankan perintah Allah. Jika ujian sebesar itu mampu ia lalui, lalu apa yang sedang Allah uji dari kita hari ini?

Apakah harta? Waktu? Atau justru keikhlasan kita?
Sudahkah kita benar-benar berqurban… atau justru masih mencari alasan untuk menunda?
Jangan sampai kita mampu, tetapi tidak mau. Jangan sampai kita takut harta berkurang, padahal Allah telah menjanjikan keberkahan. Bahkan bisa jadi, apa yang kita tahan hari ini justru menjadi penghalang datangnya keberkahan dalam hidup kita.
Qurban bukan tentang siapa yang paling banyak, tetapi siapa yang paling ikhlas. Tidak harus menunggu kaya untuk berqurban. Cukup ada kemauan, keyakinan, dan keberanian untuk melangkah. Mulailah dari yang kecil, tapi lakukan dengan penuh keikhlasan.

Karena pada hakikatnya, Allah tidak melihat besar kecilnya hewan yang kita sembelih, tetapi besar kecilnya ketakwaan yang kita bawa.

Qurban juga bukan sekadar ibadah pribadi. Di luar sana, ada saudara-saudara kita yang jarang sekali merasakan daging. Bagi mereka, qurban adalah kebahagiaan. Setiap potong daging yang dibagikan, bisa menjadi senyum, bisa menjadi harapan, bahkan bisa menjadi penguat iman.

Maka qurban adalah ibadah yang menghadirkan dua keindahan sekaligus: kedekatan kepada Allah dan kepedulian kepada sesama.

Mari kita buktikan cinta kita kepada Allah. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengorbanan nyata. Tahun ini, jangan hanya menjadi penonton. Jadilah bagian dari orang-orang yang berqurban.

Semoga qurban yang kita tunaikan bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi jalan menuju ridha Allah.

Karena pada akhirnya, yang sampai kepada Allah hanyalah ketakwaan kita.